10 Januari, 2011

Natal dan Kesederhanaan

Lukas 2:1-20

Ada sebuah cerita tentang mengapa seorang anak raja lahir di kandang domba. Sebelum anak itu lahir, sang raja mengutus seseorang untuk mempersiapkan tempat paling sederhana sabagai tempat kelahiran anak itu, orang itu pun segera mencari tempat yang paling cocok.

Ketika pesuruh itu tiba di hutan, ia mengadakan rapat dengan para hewan untuk mencari tempat kelahiran bagi bayi itu.

Sebagai raja hutan, singa pun berpendapat: ”hanya raja hutan yang layak melayani raja kecil itu datang. Tempatkulah yang paling cocok, aku akan menjaganya sepanjang waktu. Aku akan mencabik-cabik siapa saja yang mendekati bayi itu.

Pesuruh raja: “Kamu terlalu gagah untuk menjaga bayi itu.”

Musang: “tuan menurutku kesehatan bayi itu akan terjamin jika lahir ditempatku. Setiap hari aku akan menyediakan daging ayam untuknya.”

Pesuruh raja: “Kamu terlalu licik dan tidak baik bagi bayi itu.”

Merak: “jika tuan mengijinkan, maka aku akan membuat tempat tidur yang empuk dan indah dari bulu-buluku ini aku akan menghiasnya lebih indah dari apa yang dibuat oleh perajut profesional.”

Pesuruh raja: “Kamu terlalu sombong untuk bayi itu.”

Pesuruh raja itu memandang kepada domba dan keledai yang dari tadi hanya mengangguk-anggukan kepala mereka Pesuruh raja itu menghampiri mereka dan bertanya: Apa yang akan kalian tawarkan?

Domba dan keledai: “tidak ada tuan, kami tidak punya sesuatu yang dapat dibanggakan untuk membahagiakan bayi itu. Kami hanyalah hewan yang setiap hari harus bekerja dan bekerja, walau dicambuk atau digunting bulunya. Khususnya aku, sebagai keledai aku hanya bisa belajar sesuatu ketika menerima lebih banyak cambukan di punggungku.”

Domba menambahkan: “tapi tuan, dengan ekorku yang pendek, aku dapat menjaga bayi itu dari lalat yang ada di kandang. Aku akan terus berjalan sambil mengibas-ngibaskan ekorku yang pendek ini.”

Pesuruh raja: ”Kalian berdualah yang kubutuhkan. Mari kita siapkan segala sesuatu karena bayi itu akan segera lahir.

Dari cerita tersebut sama seperti Tuhan Yesus yang lahir di kandang domba. Yesus hanya akan lahir di hati orang – orang sederhana, yang mau mengakui dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruslamat. Lihatlah, kepada siapakah pertama kali malaikat yang memberikan kabar sukacita tentang lahirnya Juruslamat dunia? Kepada para gembala yang sangat sederhana.Tentu Yesus akan senang jika kita merayakan kelahiran-Nya dengan cara yang sederhana, tetapi membawa dampak yang besar bagi pelebaran kerajaan-Nya. Misalnya berbagi kasih dengan para yatim piatu, anak jalanan, pemulung atau para harap dana. Tinggalkan pandangan yang menganggap bahwa natal harus dirayakan dengan mewah di gedung yang megah. Natal adalah moment di mana Juruslamat dunia lahir di hati orang-orang sederhana yang sungguh merindukan keselamatan sejati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar